Memburu Suara Peluit Kue Putu Legendaris di Jakarta

0 0
Read Time:2 Minute, 12 Second

Ada satu momen kecil yang selalu berhasil bikin kita berhenti sejenak di tengah ramainya kota: suara peluit yang keluar dari kukusan bambu. Di Jakarta, momen itu identik dengan kue putu legendaris—hangat, wangi pandan, dan manisnya gula merah yang meleleh pas digigit.

Yang bikin seru, ini bukan sekadar jajan. Ini semacam “ritual” nostalgia: kita mendekat karena penasaran, lalu pulang sambil membawa putu dan klepon untuk dinikmati pelan-pelan.

Suara Peluit dari Dapur Bambu: Kenapa Ikonik Banget?

Kalau Anda pernah mendengar bunyi “ngiiiiing” khas dari gerobak putu, itu biasanya berasal dari uap panas yang mencari jalan keluar dari kukusan. Bambu (dan alat kukusnya) bukan cuma properti—dia bagian dari pengalaman.

  • Aromanya khas: pandan, kelapa parut, dan gula merah bercampur jadi satu.
  • Teksturnya unik: lembut dan sedikit berpasir halus dari tepung beras.
  • Efek nostalgia: suara peluitnya seperti “pemanggil” jajanan masa kecil.

Kue Putu: Hangat, Wangi, dan Gula Merahnya Lumer

Kue putu yang dicari banyak orang biasanya punya ciri sederhana namun “ngena”: bentuk silinder kecil, disajikan hangat, lalu ditaburi kelapa parut yang gurih. Begitu digigit, bagian tengahnya mengalirkan gula merah yang manis legit.

Tips menikmati versi terenak ala kita: jangan tunggu dingin. Putu paling juara saat baru turun dari kukusan—uapnya masih keluar, aromanya masih “nempel” di hidung.

Klepon: Si Hijau Kenyal yang Selalu Jadi Pasangan Serasi

Kalau putu adalah bintang utama, klepon itu partner yang bikin ceritanya lengkap. Di Jakarta, klepon legendaris biasanya terasa dari dua hal: kulitnya kenyal dan isi gula merahnya mudah “meledak” di mulut tanpa bikin enek.

  • Gigit pelan dulu: biar gula merahnya tidak langsung muncrat.
  • Kelapa parut harus segar: ini yang menentukan gurihnya.
  • Perhatikan aromanya: klepon enak biasanya wangi pandan atau daun suji yang natural.
READ  Itinerary Macau 3H2M Bujet Rp4 Jutaan, Tiket Wisata Masuk!

Pengalaman Berburu Jajanan Legendaris di Jakarta

Bagian paling menyenangkan dari berburu putu dan klepon legendaris itu justru suasananya: mendekat karena suara peluit, melihat proses kukus yang cepat, lalu menerima bungkusan hangat yang siap dimakan di pinggir jalan.

Kalau Anda ingin menjadikannya agenda kecil, ajak teman atau keluarga. Satu orang pegang putu, satu orang pegang klepon—lalu kita bagi-bagi sambil cerita masa kecil. Sesederhana itu, tapi rasanya “mahal”.

Checklist Singkat Biar Tidak Salah Pilih

  • Putu harus hangat dan gula merahnya lumer.
  • Kelapa parut tampak lembap-segar, bukan kering.
  • Aroma pandan terasa jelas tapi tidak menyengat “palsu”.
  • Klepon kenyal dan tidak keras di bagian luar.

Jadi, kapan terakhir kali Anda “ditarik” oleh suara peluit dari dapur bambu? Di Jakarta, momen kecil ini selalu berhasil mengubah hari biasa jadi perjalanan rasa yang bikin hati adem.

Prompt gambar: suasana gerobak penjual kue putu dan klepon di Jakarta pada sore hari, uap kukusan bambu terlihat, pembeli mengantre, nuansa street food Indonesia, photorealistic, cinematic lighting, sunny day, 4k, 16:9

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Updated: Januari 18, 2026 — 12:01 pm

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%