Kedai Kopi Bemo di Pasar Rawamangun: Cerita Edward

0 0
Read Time:1 Minute, 59 Second

Kalau Anda lagi keliling Pasar Rawamangun di Jakarta Timur, ada satu spot yang wajib kita sempatkan: Kedai Kopi Bemo. Bukan sekadar tempat ngopi, kedai ini punya cerita yang hangat—tentang Edward yang puluhan tahun akrab dengan dunia biji kopi, sampai akhirnya berani membuka kedai sendiri.

Nuansanya terasa “pasar banget” (dalam arti yang menyenangkan): ramai, hidup, dan apa adanya. Justru itu yang bikin pengalaman ngopi di sini terasa lebih dekat—seolah kita ikut jadi bagian dari ritme harian pasar.

Kenapa Kedai Kopi Bemo Menarik Buat Disinggahi?

Di tengah deretan lapak dan aktivitas jual-beli, Kedai Kopi Bemo hadir sebagai pemberhentian singkat yang pas. Anda bisa rehat sebentar, mengisi energi, sambil menikmati aroma kopi yang menguar dari seduhan.

  • Ada cerita di balik cangkirnya: Edward bukan pendatang baru—ia sudah puluhan tahun bergelut dengan biji kopi sebelum membuka kedai ini.
  • Lokasinya kontekstual: berada di Pasar Rawamangun, jadi ngopi terasa lebih “lokal” dan membumi.
  • Cocok buat jeda singkat: ideal untuk Anda yang sedang belanja atau sekadar jalan-jalan di area pasar.

Dari Jual Biji Kopi, Edward Naik Level Jadi Punya Kedai

Yang bikin saya suka dari kisah ini adalah alurnya yang natural: Edward menghidupi hari-harinya dari biji kopi selama puluhan tahun. Ini bukan cerita instan “tiba-tiba buka coffee shop”, melainkan perjalanan panjang yang akhirnya bermuara pada satu keputusan berani—membuka Kedai Kopi Bemo.

READ  5 Coffee Shop Cozy di Solo buat Nongkrong Sepulang Kerja

Buat kita sebagai penikmat kopi, cerita seperti ini menambah rasa. Ada pengalaman, ketekunan, dan kemungkinan besar—pemahaman tentang kopi yang dibangun lama sebelum akhirnya dituangkan dalam bentuk kedai.

Rute Kunjungan yang Enak: Sekalian Eksplor Pasar Rawamangun

Karena lokasinya menyatu dengan suasana pasar, cara paling seru menikmatinya adalah dengan “mengalir” mengikuti aktivitas di Pasar Rawamangun. Anda bisa mulai dari keliling sebentar, lalu berhenti untuk ngopi saat butuh jeda.

  • Waktu terbaik: datang saat pasar sedang hidup agar atmosfernya terasa.
  • Gaya kunjungan: ngopi singkat, lalu lanjut eksplor area pasar.
  • Tips nyaman: pakai pakaian yang ringan dan siap jalan kaki, karena pasar biasanya membuat kita mudah terdistraksi untuk terus keliling.

Catatan Kecil untuk Anda yang Pertama Kali Datang

Kalau Anda baru pertama kali mampir, nikmati saja momennya tanpa buru-buru. Kedai kopi di pasar punya pesona sendiri—lebih santai, lebih dekat dengan keseharian warga, dan sering kali justru di situ letak “liburan mini”-nya.

Jadi, kapan Anda terakhir kali ngopi di tengah suasana pasar? Pas main ke Jakarta Timur, saya rasa Kedai Kopi Bemo di Pasar Rawamangun layak masuk daftar.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Updated: Januari 25, 2026 — 12:01 am

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%