Kalau Anda sering kebangun mepet imsak, tenang—kita masih bisa sahur enak tanpa drama. Di Indonesia, ada banyak menu sahur favorit yang murah, praktis, dan realistis banget dimasak saat mata masih setengah merem. Apalagi di bulan Ramadan, yang kita butuhkan bukan menu ribet, tapi yang cepat jadi, mengenyangkan, dan tetap bernutrisi.
Nah, berikut ini 5 pilihan yang sering jadi andalan orang Indonesia—targetnya jelas: 10 menit jadi (atau bahkan kurang), bahan mudah dicari, dan rasanya tetap “rumahan” banget.
1) Nasi Goreng Kampung: Penyelamat Saat Kulkas Tinggal Sisa
Nasi goreng itu seperti tombol “reset” untuk isi kulkas. Ada nasi semalam, telur, bawang, dan sedikit kecap—jadi! Versi kampung biasanya lebih sederhana, tapi justru itu enaknya.
- Waktu: 7–10 menit
- Kunci cepat: pakai nasi dingin, tumis bawang + telur, masukkan nasi, bumbui garam/kecap/merica
- Upgrade hemat: tambah sawi, kol, atau sisa ayam suwir
Tips biar sahur lebih “tahan lama”: tambahkan sayur dan protein (telur/ayam/tempe) supaya kenyang lebih stabil sampai siang.
2) Omelet Isi Sayur: Satu Wajan, Selesai
Kalau Anda tipe yang pengin sahur lebih “ringan” tapi tetap padat gizi, omelet bisa jadi jawaban. Tinggal kocok telur, masukkan apa pun yang ada: daun bawang, sisa wortel parut, kol iris, atau keju sedikit.
- Waktu: 5–8 menit
- Kunci cepat: gunakan api sedang, tutup wajan 1–2 menit supaya matang merata
- Pasangan terbaik: nasi hangat atau roti tawar
Bonusnya, omelet minim peralatan—habis makan, cucinya juga cepat. Cocok untuk ritme Ramadan yang serba singkat.
3) Mi Goreng Instan + Telur + Sayur: Praktis Tapi Tetap “Diatur”
Kita jujur saja: mi instan sering jadi menu sahur darurat di Indonesia. Supaya lebih aman dan tetap terasa “berisi”, trik terbaik adalah menambahkan protein dan serat.
- Waktu: 6–10 menit
- Formulasi lebih oke: 1 porsi mi + 1 telur + segenggam sayur (sawi/bayam/kubis)
- Tips: kurangi bumbu bubuk kalau Anda sensitif asin, tambah bawang putih/merica untuk rasa
Kalau Anda punya sisa ayam suwir atau bakso, masukkan sekalian—langsung naik kelas tanpa nambah banyak waktu.
4) Tumis Tempe Kecap: Murah, Cepat, dan Anti Gagal
Tempe itu sahabat dompet dan sahabat perut. Ditumis dengan kecap, bawang, dan cabai (opsional), rasanya familiar dan bikin nasi cepat habis.
- Waktu: 8–10 menit
- Kunci cepat: potong kecil-kecil agar cepat matang, tumis bawang, masukkan tempe, tambah kecap + sedikit air
- Lebih seimbang: tambahkan irisan buncis/kol atau makan dengan lalapan
Ini juga salah satu menu sahur favorit karena bisa dimasak setengah ngantuk tapi hasilnya tetap mantap.
5) Bubur Oat (Oatmeal) Versi Indonesia: Hangat, Cepat, dan Mengenyangkan
Kalau Anda ingin opsi yang super cepat dan terasa “comforting”, oatmeal bisa jadi bubur versi modern. Yang bikin cocok di Indonesia: kita bisa bikin topping gaya rumahan—telur, abon, ayam suwir, atau sekadar pisang dan madu.
- Waktu: 3–7 menit
- Versi gurih: oatmeal + air/kaldu + telur + daun bawang
- Versi manis: oatmeal + susu + pisang/madu
Untuk Ramadan, versi gurih biasanya lebih “nendang” dan terasa seperti makan bubur sungguhan.
Checklist Sahur 10 Menit Biar Nggak Panik
- Siapkan bahan malamnya: cuci sayur, iris bawang, simpan di wadah
- Stok andalan: telur, tempe, sayur cepat masak (sawi/kol), nasi dingin
- Minum dulu: air putih sebelum makan, biar tubuh lebih siap
- Jaga keseimbangan: ada karbo + protein + serat supaya kuat puasa
Penutup: Sahur Simpel, Puasa Tetap Maksimal
Intinya, selama Ramadan kita nggak perlu memaksakan menu rumit. Dengan 5 menu sahur favorit orang Indonesia di atas, Anda bisa tetap makan enak, hemat, dan selesai dalam 10 menit—tanpa mengorbankan energi untuk beraktivitas seharian. Pilih yang paling cocok dengan stok di rumah, lalu putar-variasi tiap hari biar nggak bosan.
Menu mana yang paling sering jadi andalan Anda saat sahur?
Average Rating